Badan Siber dan Sandi Negara (BSNN) mendirikan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Rabu (15/2/2023). Dok: IP/Dirham

DEPOK – Badan Siber dan Sandi Negara (BSNN) mendirikan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Hinsa Siburian menjelaskan sertifikasi profesi dilakukan untuk menjamin sumber daya manusia (SDM) agar mampu mengikuti perkembangan teknologi.

“Untuk membangun keamanan siber itu ada 3 hal, sumber daya manusia (SDM), Proteksi dan Teknologi,” kata  Hinsa Siburian usai acara peresmian LSP BSSN, Rabu (15/2/2023).

Menurutnya, diantara semua itu yang paling utama adalah sumber daya manusia. Karena, kata dia, teknologi akan terus mengalami perkembangan dan harus diimbangin dengan kualitas SDM.

“Kalau kita tidak bangun sumber daya manusia seperti yang diarahkan Presiden Jokowi, kita hanya mengikuti saja dibelakang. Sementara teknologi dikuasai pihak asing maka kita konsumen saja,” ujar dia.

Dia menilai, membangun sumber daya manusia harus mempunyai stadart di dalam keahlian juga keamanan yang sangat dibutuhkan oleh perusahaan atau institusi.

“Kami berterima kasih kepada BSP (Badan Sertifikasi Profesi) yang telah memberikan kesempatan BSSN mendirikan apa yang kita launcing hari ini (LSP),” ujar dia.

Ketua Badan Nasional Sertifikasi Profesi, Kunjung Masehat menyebut pendirian LSP BSSN teknologi informasi karena sudah mengglobal.

“Ketika lembaga lain berhubungan dengan siber harus koordinasi ke sini (BSSN),” ucap dia.

Dia menjelaskan, LSP BSSN di bentuk dengan tujuan mempersiapkan tenaga yang terampil dan ahli sesuai bidang siber dan sandi negara.

“Namanya kompetitif dan kompeten harus dikuasai, kalau enggak bisa sertifikasi,” tutupnya.

Jurnalis: Dirham