NEWS

Adanya Teror Ulama Di Desa Tanjung Burung Diduga Hoax

KABUPATEN TANGERANG – Isyu adanya teror tercantum nama ulama Se-Desa Tanjung Burung berupa ancaman yang ramai diperbincangkan di Media Sosial (Medsos) di Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang ternyata Hoax.

Kapolsek Teluknaga, AKP Fredy Yudha Satria saat dihubungi melalui whats app memaparkan, mengenai isyu ancaman terhadap ulama itu tidak benar, ada pihak yang tidak bertanggung jawab ingin memperkeruh suasana di wilayah Pantai Utara (Pantura) Kabupaten Tangerang.

Fredy meminta masyarakat untuk bersama-sama agar menjaga keamanan dan ketertiban dari pihak yang ingin memecah belah NKRI ditahun politik 2018 ini.

“Masyarakat harus cerdas menggunakan medsos, jangan percaya terhadap isyu-isyu yang tidak jelas, jangan mudah menerima hal-hal yang negatif,” tulisnya, Senin 20 Februari 2018 siang.

Kepala Desa Tanjung Burung, Muhamad Idris Effendi saat kami temui diruang kerjanya mengatakan, untuk menyikapi adanya isyu pengancaman terhadap Ulama kita harus waspada, terkait itu bohong atau pun benar.

“Ini bagian penekanan kondisi psikologis terhadap ulama, namun saya harus tetap mensupport untuk menenangkan para ulama, sistim keamanan lingkungan (Siskamling) sudah kami tingkatkan,” katanya.

Idris melanjutkan, hikmah dari pada semua ini, kita bisa menjalin rasa kebersamaan dari umat antar beragama, Bhabinkamtibmas dari Koramil/03 Tln dan Polsek Teluknaga sudah berkoordinasi dengan saya serta ulama Desa Tanjung Burung.

“Dampak dari isyu ini anak dan isteri ulama sangat terganggu psikisnya, para ulama jangan menyerah dengan isyu, jadikan ini edukasi serta motivasi untuk membina masyarakat dijalan kebenaran,” pintanya.

Sementara itu Ustadz Sarnubi warga Desa Tanjung Burung, merasakan kegelisahan akibat dampak dari isyu tersebut, pasalnya nama ia tercantum dalam catatan isyu yang beredar.

“Akibat isyu ini saya bersama isteri dan anak selalu dihantui rasa kecemasan, hasil usaha menurun karna rasa takut, biasanya usaha saya tutupnya malam, semenjak adanya isyu ini terpaksa ditutup sore-sore,” ujarnya.

Sarnubi menambahkan, pihak Bhabinkamtibmas dari Polsek ataun pun Koramil harus mendatangi ulama beserta keluarganya untuk memberikan penjelasan, agar mereka merasa nyaman, serta meningkatkan keamanan di masyarakat agar tidak ada main hakim sendiri,” tandasnya. (Igor/Glen)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close