Penyidik KPK Cecar 8 Pertanyaan, Anies: Alhamdulillah Sudah Selesai

  • Bagikan
Anies saat tiba di Gedung KPK, Jakarta

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan dirinya diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dengan program pengadaan rumah. Anies tidak menjawab apakah program dimaksud adalah DP 0 rupiah atau bukan.
Anies diperiksa KPK dalam kapasitas sebagai saksi untuk kasus dugaan korupsi pengadaan tanah di Munjul, Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur.

KPK sebelumnya menyatakan pengadaan tanah di Munjul diperuntukkan untuk program rumah DP 0 rupiah.

“Alhamdulillah sudah selesai memenuhi panggilan untuk memberikan keterangan. Ada 8 pertanyaan yang terkait dengan program pengadaan rumah di Jakarta. Pertanyaannya menyangkut landasan program dan seputar peraturan-peraturan yang ada di Jakarta,” kata Anies kepada pewartadi Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (21/9/2021).

Baca Juga :  Satreskrim Polsek Kembangan Ciduk Empat Tukang Gali Kabel PLN Pelaku Pengeroyokan

Anies mengaku sudah memberikan keterangan dengan lengkap kepada penyidik. Ia berharap hal tersebut bisa membantu lembaga antirasuah menuntaskan penanganan kasus yang melibatkan mantan Direktur Utama Perumda Pembangunan Sarana Jaya, Yoory Corneles Pinontoan.

“Saya berharap penjelasan yang tadi kami sampaikan bisa bermanfaat bagi KPK untuk menegakkan hukum, menghadirkan keadilan, dan memberantas korupsi. Harapannya bisa membantu KPK menjalankan tugas,” terang Anies.

Dalam kasus ini, Yoory disangkakan melanggar Pasal 2 Ayat (1) atau Pasal 3 Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. Karena kasus ini, Anies mencopot Yoory dari jabatannya.

Baca Juga :  Sekdakab Serahkan Draft Ranperda Ke DPRD Tanah Datar

Para tersangka lain dalam kasus ini yakni Direktur PT Aldira Berkah Abadi Makmur, Rudy Hartono Iskandar; Direktur PT Adonara Propertindo (AP), Tommy Adrian; Wakil Direktur PT AP, Anja Runtuwene; dan korporasi yakni PT AP.

PT AP merupakan salah satu perusahaan yang bekerja sama dengan Perumda Pembangunan Sarana Jaya dalam pengadaan tanah.

Dalam perkembangan penanganan perkara, Kantor PT Adonara Propertindo, Gedung Sarana Jaya, serta rumah kediaman dari sejumlah pihak yang terkait dengan perkara ini pun sudah digeledah oleh penyidik lembaga antirasuah.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *