Nasional

Air Mata Jokowi Menetes Saat Kunjungi Pengungsi di Adonara

Presiden Jokowi menemui pengungsi Pulau Adonara di Kabupaten Flores Timur, NTT, Jumat (09/04/2021).

JAKARTA, INDONESIA PARLEMEN – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dalam kunjungan kerjanya ke Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (9/4/2021), juga mengunjungi Pulau Adonara di Kabupaten Flores Timur.

Bersama rombongan terbatas, Kepala Negara meninjau lokasi dan tempat pengungsian yang tepatnya berada di Desa Nele Lamadike, Kecamatan Ile Boleng.

Presiden Jokowi meneteskan air mata saat turun dari mobil kepresidenan. Kedatangannya disambut histeris warga setempat.

Sembari menangis, ia melambaikan tangan kepada semua warga yang sedang mengalami musibah.

“Sore hari ini saya berada di Adonara, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur, setelah pagi tadi saya juga meninjau di Kabupaten Lembata,” ujar Jokowi dalam keterangan persnya setelah peninjauan.

Baca Juga :  Terbukti Beri Suap Rp 9,6 M, LSM TOPAN Pertanyakan Kenapa Ahmad Bastian Belum Jadi Tersangka KPK

Presiden Jokowi mengatakan, warga terdampak bencana di lokasi tersebut nantinya juga akan direlokasi ke wilayah baru yang akan ditetapkan kemudian oleh pemerintah daerah. Pemerintah pusat siap untuk segera membangun rumah-rumah baru bagi warga setempat.

“Lokasi yang ada sekarang ini akan kita relokasi yang nanti segera ditetapkan oleh Bupati dan Gubernur. Tapi yang jelas Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) siap untuk membangun rumahnya secepat-cepatnya,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Negara turut mengingatkan warga setempat yang saat ini tengah berada di pengungsian untuk tetap berdisiplin menegakkan protokol kesehatan.

Baca Juga :  Satgas Covid-19 Keluarkan Surat Edaran Tentang Syarat Bepergian Selama PSBB

“Hati-hati, (jalankan) protokol kesehatan. Semua pakai masker agar yang namanya Covid-19 tidak semakin menyebar di mana-mana, utamanya di Nusa Tenggara Timur,” tuturnya.

Berdasarkan data yang diterima dari Posko Bencana Nele Lamadike, per 8 April 2021 kemarin diketahui sebanyak 56 warga setempat meninggal, 34 orang mengalami luka-luka, dan 1 orang lainnya belum ditemukan.

Di wilayah tersebut sebanyak 870 orang mengungsi di sejumlah titik pengungsian yang berada di sekitar lokasi.

Editor: Angie

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button