Instruksi Jokowi Untuk Cegah Banjir di Sintang Kalbar

  • Bagikan
Presiden Jokowi meninjau pembangunan tanggul pengendali banjir yang berlokasi di Kelurahan Ladang, Sintang, Kalbar, Rabu (08/12/2021).

JAKARTA – Presiden Joko Widodo akan memerintahkan perusahaan-perusahaan swasta besar untuk membuat pesemaian bibit tanaman atau nursery di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat.

Langkah ini dalam rangka penghijauan kembali setelah wilayah tersebut diterjang banjir pada pertengahan November.

“Saya akan perintahkan kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta perusahaan-perusahaan swasta besar yang ada di sini untuk membuat nursery, pesemaian, sehingga penghutanan kembali itu betul-betul bisa bisa berjalan,” kata Jokowi saat meninjau korban banjir di Sintang, Rabu (8/12/2021).

Sebagai informasi, pascabanjir pemerintah telah dan masih terus melakukan pembangunan berbagai infrastruktur.

Salah satu yang tengah dikerjakan yakni pembuatan tanggul dari geotube yang diisi pasir.

Jokowi mengatakan, pembuatan tanggul ini merupakan solusi jangka pendek untuk mengurangi banjir.

Baca Juga :  Marah Sakti Siregar ; Jadilah Wartawan Berkualitas dan Profesional

Sementara itu, untuk jangka panjang, akan dilakukan perbaikan kerusakaan daerah aliran sungai dan daerah tangkapan hujan (catchment area).

“Inilah yang juga akan kita siapkan untuk dikerjakan yaitu penanaman kembali, penanaman pohon, penghutanan kembali daerah-daerah yang berada di sekitar Sungai Kapuas maupun Sungai Melawi,” ujar Jokowi.

Presiden pun berharap, upaya-upaya tersebut dapat mencegah terjadinya banjir kembali di wilayah Sintang.

“Saya harapkan dengan itu akan memperbaiki catchment area, memperbaiki daerah aliran sungai utamanya di daerah hulu,” ucapnya.

Sebelumnya, bencana banjir di Kabupaten Sintang terjadi akibat hujan deras yang selama 11-15 November 2021.

Pada pada puncak banjir tersebut terdapat 35.652 keluarga atau 123.936 jiwa yang terdampak. Angka ini berdasarkan laporan dari RT hingga lurah serta kepala desa setempat.

Baca Juga :  Wamenkumham Minta Syarat Jadi Advokat Diperketat

Presiden Jokowi sebelumnya juga pernah menyampaikan bahwa dia akan memaksa perusahaan sawit dan tambang untuk membuat pesemaian bibit tanaman.

Tujuannya, perusahaan dapat melakukan penanaman kembali, sehingga dapat mencegah kerusakan lingkungan.

“Saya juga akan memaksa, mengharuskan, semua perusahaan sawit, perusahaan pertambangan untuk juga menyiapkan nursery-nursery seperti ini,” ujar Jokowi setelah meninjau pesemaian modern Rumpin di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (19/11/2021).

“Sehingga juga akan terjadi perbaikan-perbaikan di lingkungan di mana pertambangan itu ada, di mana kebun sawit itu ada,” kata dia.

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *