DPR Minta Pemerintah Antisipasi Krisis Pangan Global

  • Bagikan
Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Johan Rosihan.

JAKARTA – Anggota Komisi IV DPR RI, Johan Rosihan mengungkapkan pentingnya kesiapan pemerintah dalam mengantisipasi eskalasi risiko global dalam menghadapi tiga potensi krisis yakni krisis pangan, krisis energi dan krisis keuangan.

Menurutnya negara kita membutuhkan reorientasi arah kebijakan komoditas pangan terutama dalam hal arah pembangunan dan perdagangan dari semua komoditas pangan.

“Saya mengusulkan untuk menghadapi tantangan baru saat ini agar pemerintah fokus pada kemandirian pangan dan pemberdayaan petani kecil yang memegang peranan sentral dalam produksi dan ketersediaan pangan,” kata Johan dalam Rapat Paripurna DPR RI di Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat, (20/5/2022).

Baca Juga :  Diserang DPR Soal Dana Pembatalan Keberangkatan Haji, Kemenag Beri Pembelaan

Johan berharap pemerintah bisa konsisten antara identifikasi masalah yang diulas pemerintah terkait adanya potensi krisis pangan, energi dan keuangan, dengan berbagai kebijakan anggaran yang direncanakan pemerintah.

“Saya menegaskan jangan sampai identifikasi masalahnya tentang krisis pangan namun anggaran yang dibuat tidak mendukung untuk ketahanan pangan nasional, hal ini sangat ironi dimana anggaran sektor pangan selalu dikurangi dan tata Kelola pangan yang semakin amburadul,” tegas Johan.

Baca Juga :  Soal Dukungan Presiden 3 Periode, DPR Minta Mendagri Tegur Apdesi

Politisi PKS ini mengusulkan agar antisipasi dari ancaman krisis ini diperlukan kebijakan strategis pengembangan pangan, energi dan Keuangan dalam perspektif pemantapan ketahanan pangan sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

“Saat ini diperlukan pemantapan stabilitas makroekonomi dan peningkatan anggaran pembangunan Pertanian dan infrastruktur pedesaan, hal ini diperlukan sebagai bantalan kebijakan untuk menghadapi masa sulit pasca pandemi” ungkap Johan.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.