Heboh Mahathir Mohamad Ingin Kepulauan Riau Dikembalikan ke Malaysia

  • Bagikan
Mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad. Dok: ist

JAKARTA – Pernyataan mengejutkan datang dari Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad melontarkan.

Dia menyebut wilayah Singapura dan Kepulauan Riau (Kepri) seharusnya menjadi bagian Malaysia. Mahathir menyatakan itu ketika berpidato pada Kongres Kelangsungan Hidup Melayu di Selangor, Malaysia, Minggu (19/6/2022).

Dalam kongres bertitel Aku Melayu itu, dia menyoroti Pulau Batu Puteh (Pedra Branca) yang kini menjadi milik Singapura.

Pulau itu merupakan titik pertemuan Selat Singapura dengan Laut Tiongkok Selatan. Nusa berupa gunddukan batu di antara Pulau Bintan (Indonesia) dengan Semenanjung Malaya itu pernah menjadi bagian dari Kesultanan Johor.

Baca Juga :  Pandemi Covid-19 Sebabkan 20.887 Anak Kehilangan Orang Tua

“Seharusnya kita tidak hanya menuntut Pedra Branca atau Pulau Batu Puteh dikembalikan kepada kita. Kita semestinya menuntut Singapura dan juga Kepulauan Riau karena itu Tanah Melayu,” kata Mahathir disambut tepuk tangan peserta kongres.

Dia membandingkannya dengan Pulau Sipadan dan Ligitan yang kini menjadi milik Malaysia. Sebelumnya, kedua pulau di sebelah timur Provinsi Kalimantan Utara itu disengketakan oleh Malaysia dan Indonesia.

Meski begitu, Mahkamah Internasional menyatakan kedua pulau itu menjadi bagian Malaysia. Menurut Mahathir, Malaysia berhasil mengambil alih Sipadan dan Ligitan, tetapi justru menyerahkan Pulau Batu Puteh kepada Singapura.

Baca Juga :  Fantastis, DPR Anggarkan Pembelian Gorden Rp48,7 Miliar

“Tidak ada permintaan apa pun dari Singapura. Sebaliknya, kita meunjukkan apresiasi kepada kepemimpinan negeri baru bernama Singapura,” ucap dia.

Tokoh yang juga dikenal dengan panggilan Dr. M itu menyatakan dahulu Tanah Melayu begitu luas karena membentang dari Tanah Genting Kra di sebelah selatan Thailand hingga Singapura dan Kepulauan Riau. Namun, kini wilayah itu disebut Semenanjung Malaya.

“Saya bertanya-tanya apakah Semenanjung Malaya akan menjadi orang lain pada masa mendatang,” pungkas dia.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.