RSUD Kabupaten Bekasi. Dok: IP/Dirham

BEKASI – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Bekasi, Arief Kurnia buka suara terkait tak maksimalnya penanganan pasien bernama Andika.

Menurutnya, pasien yang saat ini dirawat diruang Tulip itu telah mendapatkan penanganan atau tindakan sejak pasien masuk melalui Intalasi Gawat Darurat (IGD).

“Tindakan yang telah diberikan adalah dilakukan pemeriksaan EKG, Laboratorium, CT-Scan dan Rontgen Panoramic pasien,” kata Arief Kurnia kepada Indonesiaparlemen.com, Kamis (4/5/2023).

Arief mengatakan untuk menangani pasien juga sudah dilakukan tindakan pertolongan pertama dengan pemasangan infus dan pemberian obat-obatan.

“Telah dilakukan observasi dan pemantauan kondisi pasien,” tuturnya.

Saat ini kondisi pasien telah di konsultasi ke dokter Spesialis Syaraf bedasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan.

“Diagnosa utama pasien yaitu cidera kepala dan sudah ditangani oleh dokter Spesialis Syaraf sehingga tidak benar bahwa pasien tidak ditangani oleh dokter,” ujar dia.

Selain diagnosa utama, kata dia, pasien juga ada diagnosa tambahan Fraktur Mandibula yakni patah rahang dan gigi copot.

Diagnosa tambahan adalah diagnosa yang tidak emergency dan tidak memerlukan tindakan segera. Sehingga dokter mengonsulkan kepada dokter Spesialis terkait. Untuk diagnosa tambahan akan ditangani dokter Spesialis Bedah Plastik menunggu persetujuan keluarga,” pungkas dia.

Sebelumnya Keluarga pasien Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Bekasi mengaku kecewa lantaran lambatnya tindakan medis dengan alasan Dokter spesialis yang menangani sedang cuti ibadah Umroh.

Pasien yang diketahui bernama Andika terpaksa harus menahan rasa sakit lantaran tidak ada Dokter pengganti yang menangani. Sebagai gantinya, Andika hanya diberikan pereda nyeri melalui infus.

“Dari anak saya (Andika) masuk di ruang rawat inap hari Jumat tanggal 28 April, belum ada penanganan khusus untuk anak saya. Ternyata pihak rumah sakit bilang Dokternya sedang pergi Umroh, ” kata Aditya Ayah Andika kepada Indonesiaparlemen.com, Selasa (2/5/2023).

Jurnalis: Dirham