Internasional

Israel Tembaki Jemaah Tarawih di Al-Aqsa, 178 Terluka

Bentrokan ini terjadi di tengah meningkatnya kemarahan masyarakat Palestina

Polisi Israel melemparkan peluru karet dan granat kejut ke arah pemuda Palestina di Masjid Al-Aqsa Yerusalem, Jumat (7/5/2021).

JAKARTA, INDONESIA PARLEMEN – Polisi Israel melemparkan peluru karet dan granat kejut ke arah pemuda Palestina di Masjid Al-Aqsa Yerusalem, Jumat (7/5/2021). Dalam serangan itu, 178 warga Palestina dan enam petugas terluka dalam bentrokan tersebut.

Bentrokan ini terjadi di tengah meningkatnya kemarahan masyarakat Palestina, mereka memprotes pembatasan akses oleh Israel ke beberapa bagian Kota Tua selama bulan suci Ramadhan.

Selain itu, ada perintah agar mereka meninggalkan rumah karena segera dilakukan penggusuran. Sebagai pengganti, masyarakat Israel yang akan mengisi tempat tersebut.

“Jika kita tidak mendukung masyarakat di sini, (penggusuran) akan (datang) ke rumah saya, rumahnya, rumahnya dan kepada setiap warga Palestina yang tinggal di sini,” kata pengunjuk rasa Bashar Mahmoud, 23, dari warga Palestina terdekat. lingkungan Issawiya dikutip dari Reuters.

Baca Juga :  Dapat Dukungan Dari Biden, PM Israel Pastikan Akan Terus Serang Palestina

Akibat bentrokan ini, Layanan ambulans Bulan Sabit Merah Palestina mengatakan 88 orang Palestina yang terluka dibawa ke rumah sakit setelah terkena peluru logam berlapis karet.

Salah satu yang terluka kehilangan satu mata, dua menderita luka di kepala yang serius dan dua lainnya patah rahang, kata Bulan Sabit Merah.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas menganggap Israel bertanggung jawab atas perkembangan berbahaya dan serangan berdosa yang terjadi di kota suci itu, dan meminta Dewan Keamanan PBB untuk mengadakan sesi mendesak tentang masalah tersebut.

Baca Juga :  Bungkam Pers, Israel Hancurkan Kantor Berita Al Jazeera di Gaza

PBB pun angkat bicara, melalui Juru bicara Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Rupert Colville agar Israel menghentikan langkahnya.

“Kami menyerukan kepada Israel untuk segera menghentikan semua penggusuran paksa, termasuk yang terjadi di Sheikh Jarrah, dan untuk menghentikan aktivitas apa pun yang selanjutnya akan berkontribusi pada lingkungan yang memaksa dan mengarah pada risiko pemindahan paksa,” katanya pada hari Jumat.

Sumber: CNBC

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button