Foto: ilustrasi

JAKARTA – Menteri Kesehatam (Menkes Budi Gunadi Sadikin buka suara soal jadwal pemberian vaksinasi booster kedua bagi masyarakat umum. Dia menyebut, pemerintah masih fokus pada upaya peningkatan vaksin dosis ketiga terlebih dahulu.

“Masyarakat umum masih banyak dosis ketiganya belum. Diajak dulu dosis suntik ketiganya, hayo, baru 50 juta,” kata Budi pasca menghadiri acara Peluncuran Buku Vaksinasi Covid-19 di Gedung Kemenko, Kamis (11/8/2022).

Budi mengaku pihaknya masih ditagih oleh Presiden Jokowi dan Menko Airlangga Hartarto terkait target percepatan vaksin booster.

“Saya ditanya Pak Menko terus sama pak Presiden, karena dosis ketiganya baru sekitar 20%,” imbuhnya.

Sementara itu, vaksinasi booster dosis pertama telah terbukti efektif untuk membuat kekebalan imun atau antibodi terhadap virus Covid-19. Berdasarkan hasil survei serologi ketiga yang dirilis Kemenkes, Kamis (11/8/2022), menunjukkan sebanyak 98,5% populasi Indonesia memiliki antibodi.

Jumlahnya meningkat dari bulan Desember 2021 yang baru membentuk 87% kekebalan imun dari seluruh penduduk Indonesia.

Budi menjelaskan saat hanya menerima vaksin dosis kedua, angka kekebalan masyarakat baru mencapai 1.200, sementara setelah dilakukan
booster, angka kekebalannya mencapai 4.000.

“Jadi kita tingkatkan dulu, terbukti, ya, teman-teman 4.000. Jadi perlindungannya itu bagus sekali. Jadi yang senior-senior itu dianjurkan,” kata Budi.

“Basis data ilmiah yang menunjukkan populasi masyarakat Indonesia relatif imunitasnya lebih tahan. mungkin dibandingkan dengan masyarakat-masyarakat lainnya,” tambah Budi.

Sementara itu per 10 Agustus 2022 total masyarakat yang telah menerima vaksinasi dosis pertama sejumlah 202.666.020 orang atau 86% penduduk.

Masyarakat yang telah menerima vaksinasi dosis kedua adalah 170.392.604 orang atau 72%. Sementara masyarakat yang telah menerima vaksinasi dosis ketiga atau booster adalah 57.980.364 orang atau 24% penduduk.

Jurnalis: Agung Nugroho