Foto: ilustrasi

JAKARTA – Masyarakat disebut perlu untuk meningkatkan dan beradaptasi dengan dunia siber. Hal itu  disampaikan Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Hinsa Siburian.

Menurutnya, dunia digital atau siber terbilang masih sangat baru di masyarakat. Untuk itu perlu diadakan gerakan literisasi media dari serangan siber.

“Kita sering lakukan (Sosialisasi). Total peserta literisasi di tahun 2022, sebanyak 850.830 orang. Terdiri dari siswa SMP,SMA, perguraan tinggi, santri dan santriwati, tenaga pendidik dan masyarakat umum,” jelas, Hinsa Siburian kepada Indonesiaparlemen.com di Kantor BSSN, Jakarta Selatan, Senin (20/2/2023).

Selain itu, kata dia, pentingnya sosialisasi literisasi dunia digital atau siber untuk menjaga nilai aturan yang tidak hanya berlaku di dunia nyata tetapi berlaku juga di ruang siber.

Nilai-nilai itulah menurut Hinsa yang perlu ditanamkan kepada masyarakat khususnya kalangan generasi muda dengan cara meningkatkan literasi.

“Jadi masyarakat bisa lebih berperan aktif menghadapi ancaman- ancaman yang terjadi di dunia siber,” pungkas dia.

Belakangan ini masyarakat dihebohkan dengan modus penipuan baru pengiriman surat undangan pernikahan digital.

Tentu masyarakat tidak asing lagi ketika menerima surat undangan pernikahan digital. Kesempatan ini justru dimanfaatkan penipu untuk melancarkan aksi penipuan mereka.

Modusnya si pelaku akan mengirim surat undangan digital kepada korban dan dengan menuliskan pesan ‘Kami harap kehadirannya’.

Tentu korban tidak akan berpikir kalau itu merupakan modus penipuan karena itu ada surat undangan digital.

Jurnalis: Dirham