Perusahaan Portugis Tawarkan Rumah Mewah Kepada Menteri Angola João Batista Borges Untuk Dapatkan Kontrak 500 Juta Euro

  • Bagikan
Rumah mewah yang diduga ditawarkan untuk Menteri João Batista Borges

JAKARTA – Menteri Energi dan Air Angola, João Baptista Borges, disebutkan dalam dokumen telah menerima hadiah sebuah rumah di Pulau Mussulo, oleh sebuah perusahaan yang menerima kontrak untuk proyek panel surya yang ditandatangani dengan pemerintah Angola, Afrika Tengah.

Menurut sebuah “penilaian” yang dapat diakses oleh Indonesiaparlemen.com, dari penyelidikan yang dilakukan di Portugal oleh Polisi Kehakiman dan Kementerian Republik Portugal Menteri João Baptista Borges serta beberapa perusahaan Angola dan Portugis menjalin kedekatan.

João Baptista Borges mengizinkan perusahaan M. Couto Alves Vias, SA dan M. Couto Alves, SA, milik Grup MCA asal Portugis ditunjuk tanpa tender publik apa pun oleh MINEA untuk kontrak pelaksanaan proyek panel surya , senilai sekitar €550.000.000,00.

Perintah Presiden 19/20, diduga mereka tampaknya menawarkan kepada Menteri, di Mussulo, sebuah rumah mewah dua lantai.

“pengawasan pembangunan rumah di kawasan istimewa, tepi laut, di pulau surga Mussulo, adalah tanggung jawab perusahaan lain yang biasanya dikontrak, tanpa pelelangan umum. , oleh MINEA untuk pengawasan pekerjaan umum, DAR Angola – Consultoria, Lda., milik kelompok Lebanon DAR Handasah Consultants (Shair & Partner) EC,” ungkap sumber Indonesiaparlemen.com.

Baca Juga :  Hari Pertama Menjabat Joe Biden Akan Cabut Larangan Masuk Negara Muslim Ke AS

Pembangunan di Pulau Mussulo telah dikondisikan selama beberapa tahun, meskipun demikian Menteri tampaknya berhasil mendapatkan izin yang diperlukan. Tertulis dalam dokumen tersebut, di sisi lain menyatakan bahwa tawaran ini adalah pertimbangan, antara lain diberikan oleh perusahaan kepada Menteri Energi dan Air sebagai ucapan terima kasih atas pemberian langsung beberapa kontrak oleh MINEA kepada Grup MCA dan Grup DAR.

Investigasi di Portugal juga mendeteksi keberadaan operasi perbankan kelompok bisnis yang dipegang oleh Angola dan Portugis dengan nominal jutaan Euro. Uang tersebut diduga digunakan untuk kepentingan pribadi anggota eksekutif Angola saat ini. SUmber juga menyebutkan sebagian uang tersebut digunakan untuk pembelian berbagai barang mewah dengan imbalan penghargaan langsung tanpa tender umum untuk pelaksanaan berbagai pekerjaan umum di Angola.

“Hanya 10% dari kontrak yang diberikan tunduk pada tender publik, dan itupun hanya terbuka untuk perusahaan dengan kualifikasi sebelumnya. Omatapalo, MCA dan Mota-Engil Angola memiliki sebagian besar karya yang dianugerahkan,” ucapnya.

Baca Juga :  Menkes Inggris Mengundurkan Diri Setelah Kepergok Cium Ajudan Pribadinya

Menurut presiden UNITA, Adalberto Costa Júnior, dalam wawancara baru-baru ini dengan radio MFM dalam tiga tahun pemerintahan, Presiden Republik tersebut dari Oktober hingga sekarang telah menandatangani 120 perintah administratif  yang di dokumentasikan oleh Diário Republik – dan hanya 10% dari kontrak ini yang tunduk pada tender publik. Bahkan, menurut aturan hal itu tidak terbuka untuk perusahaan nasional dan internasional, tetapi melalui “undangan” untuk perusahaan dengan “kualifikasi sebelumnya”.

“Menghapus pekerjaan bendungan Caculo Cabaça dari rekening, Adalberto Costa Júnior menyatakan bahwa yang dipertaruhkan adalah 4,5 juta dolar, lebih dari pinjaman dari Dana Moneter Internasional (IMF) ke negara itu. . Jumlah ini, yang diberikan oleh kontrak yang disederhanakan, sebagian besar untuk tiga perusahaan di sektor konstruksi sipil: Omatapalo, Manuel Couto Alves Group (MCA) dan Mota-Engil Angola,” pungkas Sumber Indonesiaparlemen.com

 

Reporter: Icu Bransky

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *