Penduduk Suriah Rayakan Idul Adha Dengan Aman Berkat Patroli Pasukan Turki

  • Bagikan

JAKARTA – Penduduk di distrik Tal Abyad dan Ras al-Ain Suriah utara, dibersihkan dari pendudukan YPG Suriah, cabang dari kelompok teroris Komunis PKK melalui Operasi Mata Air Perdamaian Turki pada 2019, sedang mempersiapkan Idul Qurban kedua mereka, juga dikenal sebagai Idul Adha, dalam lingkungan yang aman dan stabil setelah pembebasan. Untuk menambah suasana kemeriahan, listrik di distrik Tal Abyad hasil jerih payah Turki telah menciptakan rasa bahagia yang sudah lama ditunggu-tunggu.

“Untuk pertama kalinya dalam 10 tahun, saya menjahit pakaian liburan. Gellabiyye, salah satu pakaian lokal daerah. Kami duduk di bawah lampu listrik yang menyala saat ini. Kami ceria dan bahagia,” Majid Bahtavi dari Tal Abyad mengatakan kepada Anadolu Agency (AA).

Baca Juga :  Simak Peraturan Baru Whatsapp, Yang Tidak Setuju Bisa Lenyap Akunnya

Abu Bilal, pengelola pemandian pertama yang dibuka di Tal Abyad, mengatakan: “Ada perayaan ganda di Tal Abyad. Orang Turki lebih sering mengunjungi pemandian di pasar daripada orang Suriah. Ini menunjukkan suasana kepercayaan di wilayah tersebut.”

Bashir Abu Subhi, salah satu komandan Tentara Nasional Suriah (SNA), juga mengatakan: “Kami meningkatkan pos pemeriksaan jalan bukan karena kami takut, tetapi untuk memperkuat suasana kepercayaan. Semua kendaraan dan sepeda motor yang masuk ke pasar sedang diperiksa. .”

Baca Juga :  Telepon Presiden Israel, Erdogan Tegaskan Tidak Akan Tinggal Diam Untuk Palestina

Turki meluncurkan Operasi Mata Air Perdamaian pada 9 Oktober 2019, untuk melenyapkan teroris dari Suriah utara di timur Sungai Eufrat untuk mengamankan perbatasan Turki, membantu pengembalian pengungsi Suriah dengan aman, dan memastikan integritas wilayah Suriah.

Penduduk Arab setempat yang tinggal di daerah yang diduduki oleh YPG telah lama menderita dari kekejamannya karena organisasi teroris memiliki catatan pelanggaran hak asasi manusia yang terkenal, mulai dari penculikan, perekrutan tentara anak, penyiksaan, pembersihan etnis dan pemindahan paksa.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *